Rabu, 08 Februari 2012


Hiu Biru Sakit Gigi

Oleh Nia Kurniawati


Sejak berteman dengan Ikan Pari, Hiu Biru tidak mau berteman lagi dengan Ikan Kecil. Ikan kecil sedih sekali. 
“Mengapa Hiu Biru tidak mau berteman denganku lagi, ya?” kata Ikan Kecil dalam hati. “Padahal, aku ingin sekali bermain di mulutnya yang banyak makanan,” kata Ikan Kecil lagi.
Siang itu, Hiu Biru yang sudah melupakan Ikan Kecil, asyik bermain dengan Ikan Pari. Mereka terus berenang sambil mencari makanan. Hari itu, mereka mendapatkan makanan yang cukup banyak. 
Suatu hari, Hiu Biru mengaduh kesakitan.
“Aduuuh … gigiku sakiiit. Ikan Pari, tolong aku …,” kata Hiu Biru. Tapi, Ikan Pari diam saja. Ia tidak berusaha menolong Hiu Biru. Bahkan, diam-diam ia pergi meninggalkan Hiu Biru. Hiu Biru sedih sekali. Ia tidak mengira Ikan Pari akan berbuat seperti itu.
Berhari-hari Hiu Biru menahan sakit. Ketika ia mengaduh kesakitan, datang Ikan Kecil.
“Kamu kenapa?” tanya Ikan Kecil.
“Gigiku sakit sekali,” jawab Hiu Biru.
“Memangnya kamu makan apa?”
“Aku tidak tahu. Sudah berhari-hari gigiku sakit sekali,” kata Hiu Biru.
“Bolehkan aku melihat gigimu?” kata Ikan Kecil, “mungkin aku bisa menemukan penyebab gigimu sakit!”
Hiu Biru mempersilakan ikan kecil masuk ke mulutnya.
“Aha! Ini dia! Ternyata, banyak makanan yang terselip di antara gigimu!” teriak Ikan Kecil.
“Oya?” kata Hiu Biru.
Rupanya, tumpukan sisa makanan itulah yang menyebabkan gigi Hiu Biru sakit. Ikan Kecil segera membersihkan gigi Hiu Biru. Lama-kelamaan rasa sakit gigi Hiu Biru mulai berkurang. Hiu Biru sangat gembira.
“Teman, terima kasih, ya! Kamu memang teman yang baik. Kalau tidak kamu bantu, mungkin gigiku sakit terus,” kata Hiu Biru.
“Sama-sama. Aku juga senang gigimu tidak sakit lagi,” kata Ikan Kecil.
“Aku juga minta maaf sudah melupakanmu. Mulai sekarang, aku ingin kembali berteman denganmu. Kamu boleh masuk ke mulutku kapan saja kamu mau,” kata Hiu Biru.
“Horeee …. Alhamdulillah! Terima kasih, Hiu Biru. Aku juga senang berteman denganmu,” kata Ikan Kecil.
Akhirnya, Hiu Biru dan Ikan Kecil berteman kembali. Kini, Hiu Biru tidak takut sakit gigi lagi karena sudah ada yang siap membersihkan mulutnya, yaitu si Ikan Kecil. 

Selasa, 07 Februari 2012


Catatan Perjalanan Perempuan Inspiratif Nova 2011

Berawal dari sebuah rasa penasaran untuk melihat foto profil Tokoh dan Buah hati yang dimuat tabloid Nakita ternyata membawa berkah yang sangat luar biasa.
Pada 7 November 2011 aku bersama Rizzan anakku pergi untuk membeli tabloid Nakita. Karena memang penasaran aku nekad mencari Nakita. Padahal bukti terbit pasti dikirim. Ternyata, tabloid Nakita belum ada di daerahku. Biasanya Nakita beredar senin, tapi karena hari minggu adalah idul Adha jadi kemungkinan ada keterlambatan distribusi. Dengan rasa sedikit kecewa aku dan anakku pulang. Keesokan harinya aku kembali pergi ke tempat loper Koran biasa untuk membeli Nakita. Ternyata ada, Alhamdulillah, aku senang. Akupun membeli tabloid Nakita. Senangnya foto keluarga dimuat. Tepat di halaman belakang fotoku ada sebuah pengumuman lomba. Di halaman itu tertera Perempuan Inspiratif Nova 2011 dengan tema Kewirausahaan dan Kreatifitas. Sepertinya menarik, akupun membaca persyaratan lomba itu. Ternyata harus membuat naskah. Karena terdorong oleh tema kreatifitas akhirnya aku memberanikan diri untuk membuat naskah dan mengikuti lomba Perempuan Inspiratif Nova 2011. Pada saat itu yang terpikir adalah kirim dan lupakan. Aku memang tidak mau terlalu berharap, yang penting ikhtiar. Aku memang pesimis karena aku bukan pengusaha, tapi aku punya karya, aku punya aktifitas yang menurutku inspiratif. Setelah semua persyaratan terpenuhi akupun langsung mengirimkannya. Penutupan lomba tanggal 21 November 2011. Seminggu kemudian aku mendapat kabar dari seseorang bernama Irma. Ternyata mbak Irma dari tabloid Nova, ia mengabarkan bahwa aku termasuk kedalam 50 besar. Wah … aku senang, dari situ muncul secercah harapan. Alangkah senangnya jika aku terpilih, apalagi orang-orang yang akan kutemui adalah perempuan-perempuan hebat. Akupun berdoa agar aku diizinkan oleh Nya untuk lolos dan menimba ilmu dari orang-orang hebat yang akan kutemui. Tidak ada niat lain kecuali belajar dan belajar. Aku memang bercita-cita ingin jadi wirausahawan. Hingga saat ini masih belum memutuskan usaha yang ingin dijalani. Dua hari kemudian aku mendapat telepon. Kabar dari telepon itu sangat menggembirakan, ternyata aku LOLOS dan aku masuk sepuluh finalis Perempuan Inspiratif Nova 2011. Setelah itu semuanya terasa mimpi, aku serasa melayang bahagia. Ya Allah, Engkau mengabulkan permintaanku. Aku diizinkan untuk bertemu orang-orang hebat. Sujud syukur kupanjatkan, kucium anakku satu persatu, kukabarkan kabar yang luar biasa ini kepada suami yang sedang berada di luar kota. Sungguh mengharu biru … sampai jumpa di Jogjakarta 10-11 Desember 2011.